Skip to content

My Blog

My WordPress Blog

Menu
  • Sample Page
Menu
Sistem Pengawasan Lemah

Kenapa Banyak Perusahaan Rugi di Bagian Logistik? Ini Penyebab Utamanya!

Posted on December 16, 2025

Strategi Mengurangi Kerugian Logistik yang Sering Terabaikan

Sistem Pengawasan Lemah

Logistik adalah salah satu komponen paling kritis dalam operasi perusahaan, namun sering menjadi sumber kerugian yang signifikan. Biaya yang membengkak, keterlambatan pengiriman, atau kehilangan barang dapat memengaruhi profitabilitas secara langsung. Banyak perusahaan gagal menyadari bahwa kerugian logistik tidak selalu berasal dari satu masalah besar, tetapi dari kombinasi berbagai faktor tersembunyi.

Artikel ini membahas penyebab utama kerugian logistik, dampaknya, dan strategi untuk meminimalkannya agar operasi tetap efisien dan menguntungkan.

Gambaran Umum Kerugian Logistik

Kerugian logistik tidak selalu terlihat secara kasat mata. Bentuknya bisa berupa biaya tambahan, penurunan layanan pelanggan, atau inefisiensi operasional. Beberapa indikator umum kerugian logistik antara lain:

  • Overstock atau understock: Stok berlebih menimbulkan biaya penyimpanan, sedangkan stok kurang menyebabkan kehilangan penjualan.
  • Keterlambatan pengiriman: Mengurangi kepuasan pelanggan dan menimbulkan penalti atau biaya ekspres tambahan.
  • Kerusakan atau kehilangan barang: Barang yang rusak atau hilang harus diganti, menambah biaya operasional.
  • Inefisiensi proses: Aktivitas gudang, distribusi, dan transportasi yang tidak teroptimasi menambah biaya tanpa meningkatkan nilai tambah.

Menurut laporan Council of Supply Chain Management Professionals (CSCMP, 2023), rata-rata perusahaan menghabiskan 20-30% dari total biaya operasional hanya untuk logistik. Kerugian logistik yang tidak dikelola dengan baik dapat mengurangi margin keuntungan hingga 10–15%.

Penyebab Utama Kerugian

Beberapa penyebab utama kerugian logistik antara lain:

  1. Perencanaan yang buruk: Prediksi permintaan yang tidak akurat menyebabkan overstock atau stockout.
  2. Rute pengiriman yang tidak optimal: Keterlambatan kendaraan dan pemborosan bahan bakar meningkatkan biaya transportasi.
  3. Manajemen persediaan yang lemah: Kesalahan pencatatan, kehilangan, atau kerusakan barang memengaruhi akurasi stok.
  4. Kurangnya koordinasi antar departemen: Gudang, produksi, dan distribusi yang tidak terintegrasi menimbulkan inefisiensi.
  5. Kurangnya fleksibilitas: Sistem logistik yang kaku sulit menyesuaikan dengan lonjakan permintaan atau perubahan pasar.

Studi McKinsey & Company (2022) menunjukkan bahwa perusahaan yang gagal mengelola faktor-faktor ini secara terintegrasi sering mengalami biaya logistik 15–25% lebih tinggi dibanding perusahaan sejenis yang menerapkan sistem terkelola.

Sistem Pengawasan Lemah

Sistem pengawasan yang lemah menjadi faktor signifikan kerugian logistik. Tanpa monitoring yang tepat, perusahaan sulit mendeteksi masalah sejak awal. Beberapa aspek pengawasan yang lemah meliputi:

  • Kurangnya tracking real-time: Tidak mengetahui posisi kendaraan atau status pengiriman dapat menyebabkan keterlambatan dan kehilangan barang.
  • Audit persediaan jarang: Kesalahan stok menumpuk dan sulit dikoreksi jika audit hanya dilakukan tahunan.
  • Tidak adanya KPI yang jelas: Tanpa indikator kinerja yang terukur, perusahaan tidak tahu area mana yang boros atau bermasalah.
  • Integrasi data yang minim: Informasi dari gudang, transportasi, dan produksi tidak tersinkronisasi, memicu keputusan yang salah.

Menurut Deloitte, 2022, perusahaan dengan sistem pengawasan logistik yang lemah cenderung kehilangan 5–10% nilai persediaan karena kesalahan, kerusakan, atau penundaan.

Biaya Tersembunyi Logistik

Selain biaya langsung seperti bahan bakar, gaji sopir, dan sewa gudang, banyak perusahaan menanggung biaya tersembunyi logistik yang sering diabaikan:

  • Biaya keterlambatan pengiriman: Penalti, pengiriman ekspres, dan kompensasi pelanggan.
  • Biaya kerusakan barang: Penggantian produk rusak selama penyimpanan atau transportasi.
  • Biaya inefisiensi proses: Waktu kerja berlebih karena layout gudang yang buruk atau prosedur yang tidak standar.
  • Overhead administrasi: Pencatatan manual, perbaikan kesalahan, dan komunikasi tambahan antar tim.
  • Biaya stok tidak bergerak: Barang lama yang menumpuk menambah biaya penyimpanan dan modal terikat.

Studi APQC (2023) menyebutkan, biaya tersembunyi logistik bisa mencapai 20-30% dari total biaya logistik jika tidak dikelola dengan baik.

Cara Meminimalkan Kerugian

Perusahaan bisa menekan kerugian logistik melalui beberapa strategi praktis:

  1. Optimasi rute dan transportasi: Gunakan sistem TMS (Transport Management System) untuk rute optimal, mengurangi bahan bakar dan waktu tempuh.
  2. Integrasi sistem logistik: ERP atau WMS (Warehouse Management System) memungkinkan sinkronisasi antara gudang, produksi, dan distribusi.
  3. Cycle counting dan audit persediaan rutin: Menjaga akurasi stok dan meminimalkan kehilangan barang.
  4. Forecasting permintaan yang akurat: Menggunakan AI atau predictive analytics untuk memprediksi volume permintaan.
  5. Manajemen KPI yang terukur: Pantau on-time delivery, inventory accuracy, dan cost per order secara rutin.
  6. Pelatihan staf: Tingkatkan kompetensi operasional, keamanan, dan efisiensi tim gudang dan transportasi.

Menurut Harvard Business Review (2022), perusahaan yang menerapkan strategi ini mampu mengurangi biaya logistik hingga 15% dan meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan secara signifikan.

Studi Kasus

1. Amazon

Amazon menginvestasikan besar dalam WMS, TMS, dan AI untuk optimasi rute. Sistem ini memungkinkan perusahaan mengurangi keterlambatan pengiriman dan mengelola stok secara real-time, sehingga biaya logistik lebih terkendali meski volume pesanan tinggi.

2. Unilever

Unilever menggunakan sistem integrasi ERP dan pengawasan KPI yang ketat untuk memantau stok dan distribusi global. Hasilnya, kerugian logistik berkurang secara signifikan, dan rantai pasok tetap stabil saat permintaan naik.

3. Coca-Cola

Coca-Cola menerapkan kombinasi cycle counting dan predictive analytics untuk persediaan minuman di gudang dan distribusi. Sistem ini meminimalkan overstock, stockout, dan biaya tersembunyi logistik, sehingga operasi tetap efisien.

Kesimpulan

Kerugian logistik adalah masalah yang kompleks, muncul dari kombinasi perencanaan buruk, pengawasan lemah, dan biaya tersembunyi. Perusahaan yang tidak mengelola logistik secara efisien menghadapi risiko biaya tinggi, keterlambatan pengiriman, dan kehilangan pelanggan.

Untuk meminimalkan kerugian, perusahaan harus:

  • Mengoptimalkan rute dan transportasi.
  • Mengintegrasikan sistem logistik dengan ERP atau WMS.
  • Rutin melakukan cycle counting dan audit persediaan.
  • Memantau KPI logistik secara terukur.
  • Meningkatkan kompetensi staf dan budaya efisiensi.

Dengan strategi tepat, logistik bukan lagi sumber kerugian, tetapi alat untuk meningkatkan profitabilitas dan daya saing perusahaan.

Tingkatkan efisiensi operasional perusahaan Anda dengan panduan lengkap pada topik ini. Pelajari langkah-langkah praktis yang bisa langsung diterapkan agar bisnis semakin kompetitif. klik tautan ini untuk melihat jadwal terbaru dan penawaran spesial.

Referensi:

  1. Council of Supply Chain Management Professionals (CSCMP), 2023 Logistics Report.
  2. McKinsey & Company, Reducing Operational Losses in Supply Chains, 2022.
  3. Deloitte, Logistics Monitoring and Efficiency, 2022.
  4. APQC, Hidden Costs in Logistics, 2023.
  5. Harvard Business Review, Strategies to Reduce Supply Chain Losses, 2022.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Kapan Perlu Menggunakan 3PL? Ini Tanda-Tanda Perusahaan Sudah Butuh Outsourcing
  • Cara Menghitung Biaya Logistik dengan Akurat: Panduan untuk Pemula
  • Tips Analisis Data Logistik untuk Pengambilan Keputusan Lebih Cepat
  • Apa Itu Reverse Logistics dan Mengapa Bisnis Wajib Mengoptimalkannya?
  • Strategi Last Mile Delivery untuk Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • December 2025
  • November 2025

Categories

  • manajemen logistik
  • pelatihan
  • soft skill
  • strategi
  • training
  • Uncategorized
©2026 My Blog | Design: Newspaperly WordPress Theme