Skip to content

My Blog

My WordPress Blog

Menu
  • Sample Page
Menu
Komponen Biaya Logistik

Cara Menghitung Biaya Logistik dengan Akurat: Panduan untuk Pemula

Posted on December 28, 2025

Panduan Pemula: Hitung Biaya Logistik dengan Tepat dan Cepat

Komponen Biaya Logistik

Menghitung biaya logistik secara akurat merupakan kunci untuk mengelola rantai pasok dan menekan biaya operasional. Biaya logistik yang tinggi dapat memengaruhi profitabilitas dan harga jual produk. Sebaliknya, perhitungan yang tepat membantu perusahaan mengambil keputusan strategis, meningkatkan efisiensi, dan menjaga cashflow.

Artikel ini membahas komponen biaya logistik, rincian biaya transportasi, penyimpanan, tenaga kerja, biaya tidak terduga, contoh perhitungan, dan tips praktis untuk pemula agar menghitung biaya logistik secara akurat.

Komponen Biaya Logistik

Biaya logistik terdiri dari beberapa komponen utama yang harus dipahami untuk perhitungan akurat:

  1. Biaya Transportasi: Biaya mengirim barang dari gudang ke pelanggan atau antar cabang.
  2. Biaya Penyimpanan: Biaya sewa gudang, fasilitas, dan perawatan stok.
  3. Biaya Tenaga Kerja: Gaji karyawan yang terlibat dalam proses logistik, termasuk gudang dan pengiriman.
  4. Biaya Tidak Terduga: Biaya tambahan akibat kerusakan, kehilangan barang, keterlambatan pengiriman, atau fluktuasi harga bahan bakar.

Mengidentifikasi semua komponen biaya ini adalah langkah pertama agar perhitungan logistik menjadi akurat dan realistis.

Biaya Transportasi

Biaya transportasi adalah komponen terbesar dalam logistik, sering mencapai 40-50% total biaya. Faktor yang memengaruhi biaya transportasi meliputi:

  • Jenis kendaraan: Truk, armada pengiriman, atau kurir pihak ketiga.
  • Jarak tempuh: Jarak dari gudang ke pelanggan atau lokasi distribusi.
  • Frekuensi pengiriman: Jumlah perjalanan dalam periode tertentu.
  • Bahan bakar dan maintenance: Fluktuasi harga bahan bakar dan biaya perawatan kendaraan.
  • Tipe barang: Barang sensitif atau berukuran besar membutuhkan perlakuan khusus yang menambah biaya.

Gartner, 2022 menyebut optimasi rute dan penggunaan armada yang tepat dapat menurunkan biaya transportasi hingga 20%.

Biaya Penyimpanan

Biaya penyimpanan meliputi semua biaya yang terkait dengan menjaga barang tetap aman di gudang:

  • Sewa gudang: Biaya ruang fisik untuk menampung stok.
  • Utilities: Listrik, air, dan fasilitas penunjang lainnya.
  • Perawatan stok: Biaya penanganan barang, pengemasan ulang, dan peralatan gudang.
  • Depresiasi barang: Kerusakan atau penurunan nilai barang selama penyimpanan.

Memahami biaya penyimpanan membantu perusahaan memutuskan antara menambah gudang, optimasi layout, atau menggunakan sistem warehouse management system (WMS) untuk efisiensi.

Biaya Tenaga Kerja

Tenaga kerja adalah faktor penting dalam biaya logistik:

  • Gaji dan tunjangan: Karyawan gudang, sopir, dan staf administrasi logistik.
  • Overtime: Biaya lembur saat volume pengiriman tinggi atau musim sibuk.
  • Pelatihan: Biaya untuk meningkatkan kompetensi staf agar efisiensi meningkat.
  • Produktivitas: Analisis biaya per unit atau per perjalanan membantu mengukur efisiensi tenaga kerja.

Menurut APICS, 2022, perusahaan yang menghitung biaya tenaga kerja berdasarkan produktivitas per unit dapat menekan biaya hingga 15% tanpa mengurangi kualitas layanan.

Biaya Tidak Terduga

Biaya tidak terduga sering muncul akibat kondisi di luar kendali perusahaan:

  • Keterlambatan pengiriman: Biaya tambahan karena penalty atau delivery ulang.
  • Kerusakan atau kehilangan barang: Asuransi atau penggantian produk.
  • Fluktuasi harga bahan bakar atau tarif pengiriman pihak ketiga: Menambah biaya operasional mendadak.
  • Musim puncak: Lonjakan permintaan saat promo atau libur besar meningkatkan biaya sementara.

Memperhitungkan buffer untuk biaya tak terduga membantu perusahaan membuat estimasi total biaya logistik yang lebih realistis.

Contoh Perhitungan

Berikut contoh sederhana menghitung biaya logistik:

Asumsi:

  • Volume pengiriman: 1.000 paket/bulan
  • Biaya transportasi per paket: Rp50.000
  • Biaya penyimpanan per bulan: Rp10.000.000
  • Biaya tenaga kerja per bulan: Rp15.000.000
  • Biaya tidak terduga (5% total biaya):

Langkah 1: Hitung biaya transportasi
1.000 paket × Rp50.000 = Rp50.000.000

Langkah 2: Tambahkan biaya penyimpanan
Rp50.000.000 + Rp10.000.000 = Rp60.000.000

Langkah 3: Tambahkan biaya tenaga kerja
Rp60.000.000 + Rp15.000.000 = Rp75.000.000

Langkah 4: Tambahkan biaya tidak terduga (5%)
5% × Rp75.000.000 = Rp3.750.000

Total biaya logistik:
Rp75.000.000 + Rp3.750.000 = Rp78.750.000

Dengan contoh sederhana ini, perusahaan bisa memahami bagaimana setiap komponen memengaruhi total biaya logistik.

Penutup

Menghitung biaya logistik secara akurat adalah langkah krusial untuk menjaga profitabilitas dan efisiensi operasional. Strategi efektif meliputi:

  • Memahami komponen biaya logistik: transportasi, penyimpanan, tenaga kerja, dan biaya tak terduga.
  • Mengumpulkan data biaya aktual untuk perhitungan realistis.
  • Menggunakan tools dan sistem digital seperti WMS atau ERP untuk memudahkan monitoring.
  • Menyertakan buffer untuk biaya tak terduga agar estimasi lebih aman.
  • Membuat perhitungan per unit atau per paket agar lebih jelas dan dapat digunakan untuk pengambilan keputusan.

Dengan metode ini, pemula maupun profesional bisa menghitung biaya logistik dengan akurat, menekan pengeluaran, dan meningkatkan efisiensi operasional.

Tingkatkan efisiensi operasional perusahaan Anda dengan panduan lengkap pada topik ini. Pelajari langkah-langkah praktis yang bisa langsung diterapkan agar bisnis semakin kompetitif. klik tautan ini untuk melihat jadwal terbaru dan penawaran spesial.

Referensi:

  1. Gartner, Reducing Transportation Costs through Route Optimization, 2022.
  2. APICS, Logistics and Supply Chain Cost Analysis, 2022.
  3. Deloitte, Effective Logistics Cost Management, 2023.
  4. Logistics Management, Best Practices in Calculating Logistics Costs, 2023.
  5. Harvard Business Review, Optimizing Supply Chain Costs, 2022.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Kapan Perlu Menggunakan 3PL? Ini Tanda-Tanda Perusahaan Sudah Butuh Outsourcing
  • Cara Menghitung Biaya Logistik dengan Akurat: Panduan untuk Pemula
  • Tips Analisis Data Logistik untuk Pengambilan Keputusan Lebih Cepat
  • Apa Itu Reverse Logistics dan Mengapa Bisnis Wajib Mengoptimalkannya?
  • Strategi Last Mile Delivery untuk Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • December 2025
  • November 2025

Categories

  • manajemen logistik
  • pelatihan
  • soft skill
  • strategi
  • training
  • Uncategorized
©2026 My Blog | Design: Newspaperly WordPress Theme